11 September 2015

Dolly Soerjosoemarno, Dulu Cari Uang Sendiri, Pas Juara Puas Sekali


[Majalah Bridge Indonesia] - Bridge tak hanya sekedar olahraga. Permainan kartu ini juga merupakan alat yang tepat untuk terus mengasah otak dan pikiran. Hal itu sangat disadari oleh atlet bridge nasional Dolly Soerjosoemarno. Ia mengaku otaknya terus terasah karena dituntut untuk terus berpikir dan mengatur strategi ketika bermain.

Oma Dolly, sapaan akrabnya, saat ini bahkan tercatat sebagai atlet bridge tertua di Indonesia yang masih aktif bermain. Pada tahun ini, ia tepat menginjak usia 90 tahun. Tentu bukan usia muda untuk ukuran seorang atlet. Namun, kecintaannya terhadap bridge mengalahkan segalanya. Ia tak pernah merasa terlalu tua untuk bermain bridge. Dua kali sepekan, ibunda dari tokoh utama Ormas Pemuda Pancasila Yapto S. Soerjosoemarno ini, masih bermain bridge bersama Klub IBWI di Bridge Centre Bulungan, Jakarta Selatan.

Malang melintang di dunia bridge sejak puluhan tahun lalu membuat Oma Dolly kenyang akan pengalaman. Gelar demi gelar telah ia rasakan. Akan tetapi, semua itu diraih dengan jerih payah dan tetesan keringat. Ia bahkan harus rela merogoh kocek sendiri untuk bisa mengikuti turnamen.

Oma Dolly pun menceritakan awal mula berkenalan dengan bridge hingga menjadi atlet profesional. Tak lupa, ia memberikan pandangan terhadap perkembangan bridge saat ini sekaligus penitipkan pesan kepada jajaran pengurus PB GABSI. Berikut petikan wawancaranya.



Sejak Kapan Anda Mengenal Olahraga Bridge?
Saya awal kenal dengan olahraga bridge sekitar tahun 1960-an. Waktu itu saya pergi ke Belanda dengan kapal laut dan ada tentara yang main bridge. Mulai saat itu saya tertarik dan belajar cara mainnya sedikit demi sedikit. Tapi saya tidak serius.

Kemudian, pada tahun 1963, anak saya meninggal dunia. Setahun kemudian, saya pindah ke Medan waktu usia saya 35 tahun. Saya sempat minta ijin ke suami untuk main bridge. Awalnya saya bilang hanya untuk hiburan tapi lama-kelamaan saya jadi serius memperlajari bridge. Kebetulan saya juga dapat partner yaitu Ibu Dora Sigar (istri dari Sumitro Djojohadikusumo).

Selama Bermain Bridge, Pengalaman Apa Yang Paling Berkesan?
Saya senang karena saya masih bisa dapat gelar waktu umur saya 80 tahun. Waktu itu di kejuaraan Maesa Paskah tahun 2005 dan saya juara kedua nomor pasangan. Tapi, memang sejak saat itu saya tidak lagi serius untuk ikut kejuaraan. Saya sekarang hanya berlatih dua kali seminggu di Bulungan bersama teman-teman lainnya.

Ada pengalaman lain yang sebenarnya lebih berkesan. Waktu itu saya ikut Seleknas (Seleksi Nasional) dan saya terpilih. Tapi, waktu itu tidak ada dana untuk berangkat ke turnamen. Akhirnya, saya dengan teman-teman cari duit sendiri untuk bisa berangkat. Karena kalau wanita kan tidak begitu dianggap waktu itu. Jadi, kita cari biaya sendiri.


Apa Sebenarnya Manfaat Terbesar Dari Bermain Bridge Yang Anda Rasakan?
Otak masih terus bekerja, itu nomor satu. Tapi, sekarang saya sudah santai. Partner saya juga sudah mulai sakit. Jadi saya tidak ikut turnamen lagi. Hanya setiap Selasa dan Kamis saya bermain bridge dan satu kali sebulan arisan sekaligus main bridge. Selain bridge, saya juga suka main game di Ipad dan isi teka-teki silang. Yang penting otak terus terasah.

Bagaimana Anda Melihat Perkembangan Bridge Saat Ini?
Sekarang lebih bagus. Sudah banyak wadahnya (turnamen) dan banyak yang sponsor. Kalau dulu harus cari uang sendiri. Tapi, memang dulu lebih memuaskan kalau kita berhasil. Karena cari uang sendiri. Jadi, kalau juara kita puas sekali.

Apa Pesan Untuk PB GABSI?
Saya berharap kepengurusan saat ini bisa terus sukses. Jangan pernah lelah untuk membangun tim nasional yang kuat. Saya lihat yang Senior sudah bagus. Mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat dari negara lain. Tapi, tim wanita masih kurang. Sebenarnya sempat membaik tapi turun lagi. Mudah-mudahan mereka bisa kembali berjaya seperti dulu lagi.

10 September 2015

Djarum Foundation, Berikan Bonus Juara APBF 2015


[Majalah Bridge Indonesia] - Keberhasilan tim Senior Indonesia menjuarai turnamen “50th Asia Pasific Bridge Federation (APBF) Championship 2015” di Bangkok, Thailand, 21-31 Mei, mendapat apresiasi dari Bakti Olahraga Djarum Foundation di Jakarta, Rabu (24/6). Tim “Merah Putih” yang terdiri dari Michael Bambang Harono, Henky Lasut, Eddy Manopo, Denny Sacul, Bert Toar Polii, dan Munawar Sawirudin diberikan bonus uang masing-masing sebesar Rp. 25 juta.

Tim Indonesia berhasil meraih medali emas dengan mengatasi Hongkong dengan 14.20-5.80 Victory Points setelah menyelesaikan dua babak round robin masing-masing dengan 20 papan.

Para atlet Indonesia tersebut mendapat bonus masing-masing sebesar Rp. 25 juta untuk enam anggota tim. Sementara Denny Sacul dan Bert Toar Polii mendapat tambahan bonus masing-masing Rp. 10 juta untuk keberhasilan mereka meraih medali perak pasangan APBF 2015.

Bonus penghargaan itu diberikan oleh Budi Hartono dan Djarum Foundation dan dihadiri Ketua Umum PB GABSI Ekawahyu Kasih serta Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. Karena prestasi yang mereka cpai di Thailand, tim Indonesia berhak untuk tampil di Kejuaraan Dunia Bridge di Chennai, India, pada 26 September hingga 10 Oktober mendatang. “Keberhasilan ini sudah sesuai target. Kami berharap dapat melanjutkan sukses di Kejuaraan Dunia Bridge di Chennai nanti, “ujar playing captain, Michael Bambang Hartono, yang juga Ketua Dewan Pembina PB GABSI.

Menurut Bambang Hartono, PB GABSI akan mempersiapkan tim secara serius guna meraih hasil maksimal di kejuaraan dunia mendatang. Meskipun pelatnas secara resmi dilarang oleh KONI selama bulan Ramadhan, persiapan secara informal tetap dilakukan. “Saya kira persiapan akan dilakukan secara intens. Sementara formasi yang akan diturunkan di India nanti terserah kepada pelatih dan pembina, “kata Bambang Hartono.

Menurutnya, pemberian penghargaan Bakti Olahraga Djarum kepada para atlet bridge dapat mendorong semakin banyaknya atlet yang mau menekuni olahraga ini. “Pembinaan olahraga bridge harus dilakukan secara berkesinambungan. Pelatnas yang ada pun setidaknya diisi selain para pemain senio, juga tim pelapis yang terdiri dari pemain muda,” tandasnya.

Djarum sendiri telah terlibat dengan perkembangan olahraga bridge sejak 1970-an dengan menyelenggarakan “Djarum Bridge Cup.” Seperti juga tradisi mendukung olahraga bulu tangkis, pihak Djarum Foundation menganggap bridge memiliki karakteristik serupa dengan bulu tangkis karena mampu mengangkat nama Indonesia di forum internasional.

“Saya kira kalau pembinaan di dalam negeri digairahkan, temasuk dengan dukungan pemerintah, dan dibarengi dengan usaha menggairahkan olahraga ini kembai di tingkat regional Asia Tenggara, maka kita harap melalui olahraga bridge, kita dapat berbuat banyak untuk kemajuan olahraga Indonesia,”pungkasnya.

9 September 2015

Surabaya Jawara Kejurnas ke-53 Banda Aceh


[Majalah Bridge Indonesia] - Regu Bridge Kota Surabaya berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-53 pada nomor Antar Kota yang berlangsung di Banda Aceh pada 8-11 Mei 2015. Surabaya memastika raihan gelar juara setelah membungkam regu Jakarta Pusat dalam partai final. Turun dengan kombinasi Youbert Sumaraw/Roni Rltanto, Mukhiban Darmabakti/Santje Panelewen dan Indra Kusuma/Iskandar, Surabaya berhasil mengalahkan Jakarta Pusat yang beranggotakan Robert Tobing/Taufik Asbi, Leslie Gontha/Jemmy Bojoh dan Franky Karwur/David PH dengan 128-21 imp.

Tertinggal cukup jauh pada segment pertama, Jakarta Pusat berusaha tampil lebih baik di segment kedua namun mereka gagal menemukan permainan terbaik mereka dan merelakan kemenangan ke tim Surabaya. Surabaya di babak semi final berhasil melakukan revans dengan mengalahkan tim favorit lainnya Manado yang dibabak kualifikasi mengalahkan mereka. Sementara Jakarta Pusat menang atas Minahasa. Pada perebutan tempat ketiga, Minahasa menang atas Manado 77-65imp. Kejutan besar terjadi ketika tim elit Semarang dilengserkan oleh tuan rumah Banda Aceh ke klas B. akibatnya, Semarang akan bermain di klas B tahun 2017 mendatang, sementara tuan rumah Banda Aceh bertahan di Klas A. Dalam pertandingan sebanyak 2 segment tersebut, mereka bermain draw, tetapi Banda Aceh menang carry over sebesar 4.5imp karena menang dalam petandingan round robbin.

Kemenangan ini adalah obat penghibur bagi tuan rumah karena tuan rumah lainnya Lhouksemawe telah terlempar ke klas B ketika mereka dikalahkan oleh Semarang di play off pertama. Makassar juga berhasil bertahan di Klask A ketika pada play off pertama menang atas Banda Aceh.

Di nomor Antar Kota Klas B, regu Bitung sukses menjadi yang terbaik setelah menempati peringkat pertama dengan torehan poin 96,90. Disusul peringkat dua Jakarta Timur dengan 93,43 pin, Batam 93,12 poin dan peringkat keempat Penajam Kalimantan Timur dengan 83,40 poin. Dengan hasil itu, Bitung berhak promosi ke Klas A. Ini adalah kali pertama Bitung akan berlaga di Klas A eksis selama 10 tahun dan enam kali ikut Kejurnas.

“Dari tujuh season yang dipertandingkan, kami menang lima season, satu season draw dan satu season kalah,” ujar Ketua tim Gabungan Bridge Bitung (GABIT), Rudy Theno yang mengirimkan 11 orang atlet berserta tim official dengan manajer Jefrry Mambu dan Ketua Harian Recky Lengkong ini.

Daftar Juara Kejurnas Bridge ke-53:
ANTAR GABUNGAN/KOTA KLAS A
1. SURABAYA: Santje Panelewen, Mukhiban Darma Bhakti, Youbert Sumaraw, Ronny Eltanto, Indra Kusuma, Ir, Iskandar, NPC: Denny Sacul.
2. JAKARTA PUSAT: Taufik Asbi, Robert Tobing, Franky Karwur, Jemmuy Bohoh, Leslie Gontha, David Hutahaean.
3. MINAHASA: Giovani Watulingas, Octa Wohon, Rivans Polii, Clift Tangkuman, Yani Fehr Dan Hani Gosal.
4. MANADO: Henky Lasut, Eddy Manoppo, Bill Mondigir, Tommy Rogi, Nurhamidin, Jacky Tirayoh, NPC: Chris Humbokau.

ANTAR GABUNGAN/KOTA KLAS B
1. BITUNG: Yongky Tumbel, Rony Wowor, Robby Makadada, Herry Ponijan, Mario Mambu, Franky Wowor, NPC: IGN. Rudy Theno.
2. PENAJAM PASER UTARA: Boy Roring, Nofry Kaligis, Youce Mandang, Jerry Rampen.
3. JAKARTA TIMUR: WD Karamoy, Noldy Ngantung, Menlky Ligou, Renald Kandijo, Handojo Susanto.
4. BATAM: Rusliden Hutagaol, Miftahudin, Yesemet Suheri Yulian, Faisal, Hidayatullah, Franky Liogu, NPC: Sukmawaty

PAT KAWAN PUTRI
1. PERTAMINA DKI: Lusje Bojoh, Rury Andhani, Suci Amita Dewi, Kristina Wahyu, Conny Sumampouw.
2. BANDUNG: Fera Damayanti, Riantini, Nunung Tri Yulianti, Yena Wirahma.
3. SURABAYA: Nur Ainia, Winda Purba, Nur Khasanah, Nur Affifatur Rohinun.
4. MANADO: Satrje Pontoh, Elvita Lasut, Tracy Polii, Siti Chaerani, Chintya Manueke.

BEST YUNIOR U-26
1. SEMARANG U-26: Noveda Mulyo Wobowo, Samuel Octaaji, Ego Agnes Aditya, Galang Satrio Prayogo, Hengky Kurniawan, Aditya Gunadi.

PAT KAWAN YUNIOR U-21
1. LANGKAT: Ralia Hanifah, Ferita Nadya Putri, Ika Syafitri, M. Rifqi Akbar Lubis, Mkhair Akmal, NPC: Perwira Sakti Lubis.
2. SABANG: Annisa Farah Adha, Selly Gita Amelia, Ghaeska Fanaya, Theresia Aprilia.
3. ACEH BESAR: Jannah Rizky A, Dewi Arini, Emma Dwiyanti, M Fatur Razaq.

PASANGAN MATCH POINT PIALA KONI
1. Wendy – M. Ardi: Palembang
2. Wellya Aziz – Junaedi: Pekanbaru
3. Waster Sinaga – Dadang Kadarisma: Jakarta Utara

BEST YUNIOR
1. Hengky – Aditya

BEST LADIES
1. Tanti – Yunita Fitry

MIXED TEAM
1. PERTAMINA RED: Lusje Bojoh, Noldy George, Kristina Wahyu, Kurniadi Djauhari, Suci Amita Dewi, Syahrial Ali.
2. PETAMINA BLUE: Conny Sumampouw, Noldy Ngantung, Rury Andhani, Vicky Manoppo Melky Ligou.
3. BHINNEKA SULUT: Handojo Susanto, Elvita Lasut, Siti Chaerani, Denny Sacul, Said Zulhasri, NPC: Junaedi.

PASANGAN SWISS PAIR PIALA KADISPORA
1. Wendy – Juliansya : Tenggarong
2. Budiman – Tety Surjati: Tenggarong
3. Teddy Februardi – Didi: Padang Pariaman

PAT KAWAN TERBUKA PIALA REKTOR
1. SARUNTA WAYA: Rivans Polii, Hani Gosal, Yani Fehr, Clift Tangkuman, Octa Wohon.
2. BHINNEKA: Handojo Susanto, WD Karamoy, Henky Lasut, Eddy Manoppo, Bill Mondigir, Tommy Rogi.
3. PERTAMINA RED DKI: Taufik Asbi, Robert Tobing, Noldy Geroge, Franky Karwur, David P Huthaean
4. EIBC: Widi Pancono, Memed Hedrawan, Alfa Irinanda, Very Pangkarego

BEST LADIES
1. DJARUM MLD: Sarthe Pontoh, Elvita Lasut, Nur Ainia, Winda Purba, Nunung Tri Yulianti, Nettin Erinda.
2. PERTAMINA LADIES: Lusye Bojoh, Cony Sumampouw, Rury Andhani, Suci Amita Dewi, Kristina Wahyu.

BEST SENIOR
1. SENIOR SULUT: Robby Lempoy, Max Tampodung, Max Agouw, Hary Raranta, John Taroreh
2. BEST YUNIOR: DJARUM – U26

PAT KAWAN PIALA PENGPROV
1. DJARUM BLACK: Stevanus Supeno, Giovany Watulingas, Anthony Subroto, Kamto.
2. DJARUM SUPER: Bambang Hartono, Dony Tuerah, Santoso, Akus K, Leslie, Kemmy.
3. PU BITUNG: Yongky Tumbel, Rony Wowor, Robby Makadada, Herry Ponijan, Mario Mambu, Frangky Wowor.
4. PENAJAM PASER UTARA: Boy Roring, Novry Kaligis, Youce Mandang, Jerry Rampen, Youbert Sumaraw.

8 September 2015

Pra PON XIX 2015 Cabor Bridge Usulkan Penambahan Nomor Pertandingan


[Majalah Bridge Indonesia] - PB GABSI secara resmi menetapkan Kepulauan Riau (Kepri) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX cabang olahraga bridge pada 2015. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 6-12 September 2015 di kota Batam, Kepri. Pra – PON akan dijadikan babak kualifikasi menuju PON 2016 yang bakal berlangsung di Jawa Barat.

Berbeda dengan Pra-PON edisi sebelumnya, khusus untuk Pra-PON pada tahun ini, Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX 2015 bersama Technical Delegate mencoba membuat terobosan. Mereka mengusulkan untuk menambahkan nomor pertandingan dari lima menjadi enam. Satu nomor tambahan yang diusulkan yakni mix team.

Seiring dengan penambahan nomor tersebut, otomatis jumlah medali juga akan bertambah. Medali yang sebelumnya sebanyak lima keping diusulkan menjadi 11 medali. Tambahan medali itu akan diberikan kepada juara IV, yang diikutkan menjadi juara bersama dengan Juara III sehingga berhak mendapat medali perunggu.

“Usul sudah dicatat dan didaftarkan. Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX 2016 saat itu tidak bisa memutuskannya. Kewenangan mengabulkan atau menolak ada di tangan KONI Pusat. Pak Ekawahyu Kasih (Ketum PB GABSI) sudah mengirimkan surat kepada KONI Pusat pada 18 Juni 2015 mengenai permohonan penambahan nomor dan medali itu,” ujar Wakil Ketua Umum PB GABSI Abdullah Imran.

Menurutnya, penambahan nomor tersebut tidak lepas dari upaya PB GABSI dalam mempersiapkan diri menuju ajang multievent yaitu SEA Games 2017 (jika dipertandingkan) dan Asian Games 2018 “Karena mulai tahun ini (program) kami akan berorientasi kepada SEA Games dan Asian Games. Ini juga upaya kami supaya bisa memenuhi lima target medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Kami berharap KONI Pusat bisa memberikan lampu hijau sehingga jadwal (Pra-PON) juga bisa segera disusun,” ucap Imran yang meninjau venue Pra-PON di Batam bersema Sekjen PB GABSI Bambang Hartono pada 28 Juni 2015.

Dengan bertambahnya nomor pertandingan, PB GABSI juga berharap akan meningkatkan jumlah peserta. Dari nomor putra, lanjut Imran, diharapkan sebanyak 15-18 Provinsi ikut serta dalam Pra-PON 2016. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 provinsi akan masuk ke putaran final PON 2016. Sedangkan, nomor wanita diharapkan juga bisa menjaring 15-18 Provinsi dengan 7 Provinsi yang masuk ke putaran final.

Usulan 11 nomor PON 2016
1. Beregu Putra
2. Pasangan Putra
3. Beregu Putri
4. Pasangan Putri
5. Beregu Campuran
6. Pasangan Campuran
7. Perorangan (Butler) Putra
8. Perorangan (Butler) Putri
9. Perorangan (Butler) Campuran
10. Individual Putra
11. Individual Putri

Tim Senior Bawa Pulang Emas Dari Thailand, Kejuaraan 50th Asian Pacific Bridge Federation (APBF) Championship 2015


[Majalah Bridge Indonesia] - Tim bridge Indonesia sukses meraih gelar juara lewat nomor senior dalam kejuaraan “50th Asian Pacific Bridge Federation (APBF) Championship 2015” yang berlangsung pada 21-31 Mei di Bangkok, Thailand. Skuat “Merah Putih” yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manopo, Denny Sacul, Bert Toar Polii, Munawar Sawirudin dan Michael Bambang Hartono, memastikan raihan medali emas setelah mengandaskan tim Hongkong dengan 14,20 – 5,80 VPs setelah menyelesaikan 2x Round Robin @20 boards.

Selain berhasil mengalahkan Hongkong, kemenangan tim Indonesia juga tidak lepas dari kekalahan Taiwan, yang menjadi saingan terdekat Indonesia, dari Australian dengan 8,66 – 11,34 VPs. Kemenangan Indonesia atas Hongkong juga sangat dramatis, karna ditentukan pada board No. 19 (2 boards terakhir) setelah pasangan Denny – Berce di Open Room kontrak 3NT + 2, sementara di Close Room pasangan Henky – Eddy menggagalkan kontrak 4S – 2 dari pemain Hongkong.

“Pertandingan round terakhir ini sangat menegangkan, karena kami ketinggalan dari Taiwan di round 11 dan round 12, dan Hongkong juga bermain bagus waktu lawan kami di round terakhir. Selanjutnya tentu kami harus lebih giat berlatih agar bisa mencapai target sebagai Juara Dunia di Chennal bulan September-Oktober,” ujar Hengky Lasut.

Atas keberhasilan itu, tim Senior Indonesia pun berhak atas tiket menuju kejuaraan dunia di Chennai, India pada 26 September – 10 Oktober mendatang. “Keberhasilan ini sudah sesuai target. Semoga kami bisa melanjutkan hasil positif ini di kejuaraan dunia nanti,” kata Michael Bambang Hartono yang juga merupakan Dewan Pembina PB GABSI ini.

Namun, langkah tim Senior gagal diikuti dua nomor lainnya yang ikut turun yakni tim Open dan Ladies. Keduanya harus mengakui keunggulan lawannya masing-masing dan gagal meloloskan diri dalam babak kualifikasi ke kejuaraan dunia Bermuda Bowl dan Venice Cup.

Memainkan 3 segment @16 papan, tim Ladies Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan 19-50imp, sehingga secara total tim Ladies kalah 106-121. Dengan demikian Jepang akan mendampingi China dan Taiwan ke India.

Pada nomor Open, harapan Indonesia harus pupus ditangan China. Pada segment pertama, kombinasi Mukhiban Darmabakti-Santje Panelewan, Agus K-Santoso Sie kalah tipis, 17-24imp. Kiban-Santje kemudian diistirahatkan dan menggantinya dengan Leslie Gonta-Jemmy Bojoh. Kombinasi tersebut sempat memberikan angin segar setelah mampu meraih kemenangan 52-21imp di segment kedua.

Namun sayang, dewi fortuna lebih memihak China setelah menang dengan 37-4 imp pada segment ketiga, sekaligus membalikkan keadaan dari defisit 24imp menjadi surplus 9imp. Dengan demikian, China akan mendampingi Jepang dan Singapura untuk berlaga di Bermuda Bowl pada tahun ini.

SEABF Resmi Terbentuk, Bridge Asia Tenggara Semakin Menggeliat


[Majalah Bridge Indonesia] - Terobosan demi terobosan seakan tak pernah lepas dari kinerja jajaran pengurus PB GABSI. Langkah besar diambil organisasi bridge tertinggi di Tanah Air itu dengan menjadi inisiator terbentuknya South-East Asia (SEA) Bridge Federation (SEABF) pada akhir Mei lalu.

Dibentuknya SEABF dipastikan bakal membuat bridge di kawasan Asia Tenggara semakin menggeliat. Pasalnya, SEABF akan menjadi wadah bagi federasi bridge Asia Tenggara untuk menggelar turnamen khusus kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, mereka tak memiliki turnamen sendiri sehingga selama ini ikut ke kejuaraan Asia Pasifik yakni Kejuaraan Asia Pacifik Bridge Federation (APBF).

Digelarnya turnamen yang direncanakan bergulir pada 2016 itu dinilai akan semakin memluskan langkah bridge untuk bisa dipertandingkan secara rutin di SEA Games. Sejauh ini, bridge baru sekali mentas di ajang multievent Asia Tenggara itu yakni ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada 2011.

“Dibentuknya SEABF diharapkan setiap negara di Asia Tenggara membawa nama negara masing-masing baik di even regional maupun internasional dalam kompetisi bridge. Sebelumnya hanya membawa nama klub di masing-masing negara,” ujar Sekjen SEABF, Handojo Susanto.

Selain Handojo, Indonesia juga menempatkan Michael Bambang Hartono sebagai Presiden SEABF didampingi oleh Khunying Chodchoy (Esther) Sophonpanich asal Thailand sebagai Wakil Presiden. Sedangkan, Chua Gang ditunjuk sebagai Treasure.

Hingga saat ini, terdapat enam negara Asia Tenggara yang telah resmi menjadi anggota dari SEABF. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Timor Leste. Namun, seiring berjalannya waktu, Handojo berkeyakinan lima negara lainnya akan segera bergabung menjadi anggota.

“Diharapkan keenam negara ini mampu mengajak negara Asia Tenggara lainnya untuk bergabung di SEABF. Salah satunya Filipina yang sudah siap untuk mengajak Brunei Darussalam. Indonesia bahkan sudah membantu Timor Leste untuk menjadi anggota APBF dan WBF,” ucapnya.

Handojo mengatakan setelah bridge dipertandingkan di multi ajang yakni SEA Games dan Asian Games, maka SEABF akan tunduk pada aturan yang diberlakukan dalam kedua ajang tersebut. “Untuk sejauh ini belum ada pembatasan di tiap negara mengirimkan wakilnya untuk mengikuti pertandingan bridge di tingkat Asia Tenggara,” pungkasnya.

2 September 2015

Sejarah Bridge ke Asian Games 2018


Asian Games 2018, Kami Datang
[Bridge Indonesia] Sejak dilantik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 9 Oktober 2014, jajaran Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) bertekad untuk mengukir tinta emas dalam masa baktinya selama empat tahun kedepan. Salah stu yang menjadi fokus utama PB GABSI periode 2014-2018 adalah dengan mengusung bridge untuk bisa dipetandingkan di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Setelah berjuang selama hampir sembilan bulan sejak dilantik, cucuran keringat seluruh jajaran PB GABSI terbayar lunas. Tanggal 14 Juni 2015 menjadi momentum bersejarah bagi dunia (OCA) menyetujui olahraga asah otak ini masuk menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) di Asian Games 2018.

Rasa haru bercampur bahagia sontak menyelimuti seluruh jajaran pengurus PB GABSI karena kerja keras mereka dengan melobi berbagai pihak terkait akhirnya membuahkan hasil manis. Nama Ekawahyu Kasih sebagai Ketua Umum PB GABSI beserta jajaran pengurus lainnya pun kini tercatat dalam buku sejarah bridge Indonesia. Pasalnya, mereka mampu membawa bridge berlaga di kejuaraan multieven terbesar se-Asia itu untuk kali pertama.

Ekawahyu pun menyambut baik keputusan tersebut. Pendekatan yang telah dilakukan ke sejumlah pihak, lanjut Ekawahyu, nyatanya tidak sia-sia. Karena itu, pihaknya berjanji akan memulai persiapan atletnya sejak dini untuk bisa mencapai target medali.

“Kami berterimakasih kepada KOI, KONI, Kemenpora dan semua pihak atas dukungannya selama ini. Ini sejarah bagi dunia bridge Indonesia karena untuk pertama kali akan berlaga di Asian Games. Untuk itu, kami akan mulai mempersiapkan 24 atlet dan 3 pelatih yang nantinya akan bertanding,” ujar Ekawahyu.

Ia memprediksi akan terdapat 11 nomor yang akan dipertandingkan yaitu beregu putra-putri dan campuran, pasangan putra-putri dan campuran, butler putra-putri dan campuran, serta individual putra-putri. “Dari total 11 nomor, kami yakin bisa mempersembahkan 7 medali emas dan 5 perak. Tapi, jika target itu tidak terpenuhi, kami berani menjamin minimal bisa mempersembahkan 5 emas dan 2 perak,” tegasnya.

Kebahagiaan tak hanya dirasakan PB GABSI, tetapi juga oleh Federasi Bridge Dunia (WBF). Melalui Presidennya, Mr. Gianarrigo Rona, WBF menyatakan sangat senang dengan kepastian bridge dipertandingkan di Asian Games 2018. Kesukesesan tersebut, lanjut Mr. Gianarrigo, tak lepas dari pekerjaan hebat yang dilakukan oleh Ketua Umum KOI Rita Subowo, PB GABSI, Esther Sophonpanich, Patrick Choy, dan Michael Bambang Hartono selaku Ketua Dewan Pembina PB GABSI.

“Rasa terima kasih khusus saya sampaikan kepada Presiden OCA Sheikh Ahmed Al Fahad Al Sabah untuk dukungannya; seperti janjinya kepada saya di Sochi,” ujar Rona mengacu kepada pertemuan dirinya dengan Sheikh Ahmad Al Fahad dalam acara pertemuan antara Federasi Olahraga Intersanional Olimpiade dan Non-Olimpiade (Sport Accord Convention) di Sochi, Krasnodar Krai, Rusia pada 27 April lalu.

Potensi Medali
Pertemuan antara OCA, KOI, dan Kemenpora di Jakarta pada 14 Juni lalu menghasilkan keputusan yakni mengesahkan 36 cabor berserta masing-masing venue-nya. Ke-36 cabor itu terdiri dari 28 cabor olimpiade, 4 cabor regional dan 4 cabor hak tuan rumah. Bridge dipilih menjadi satu dari empat cabor yang menjadi hak preogratif tuan rumah.

“Dibawah supervisi dari perwakilan OCA yang datang, kami membahas jumlah cabor berserta venue-nya. Jumlah 36 cabor telah disetujui akan dipertandingkan di Asian Games 2018, termasuk bridge,” ucap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Gatot yang ikut hadir dalam pertemuan itu, menyatakan dipilihnya bridge menjadi salah satu cabor preogratif tuan rumah, tidak lepas dari potensi medali yang akan diraih. Pertimbangan lain, lanjut Gatot, adalah jumlah partisipasi negara untuk cabor bridge yang diperkirakan diikuti minimal 20 peserta. “OCA justru mendorong tuan rumah untuk mendaftar cabor mana saja yang berpotensi akan menghasilkan banyak medali nantinya. Kami menilai bridge memiliki persyaratan itu,” katanya.
Kepastian masuknya bridge menjadi cabor Asian Games 2018 juga disambut baik oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Ketua Satlak Prima Suwarno menyatakan masuknya bidge semakin memperbesar peluan Indonesia untuk merebut medali emas. Hal itu didasarkan kepada prestasi atlet bridge Tanah Air yang memiliki prestasi kelas dunia.

“Indonesia memang mempunyai kesempatan memasukan cabang olahraga yang berpeluang meraih emas. Kalau bridge masuk berarti peluang merebut emas sangat terbuka. Semoga dengan masuknya bridge bisa menjadi tumpuan meraih emas,” tuturnya.

Ketua umum KOI Rita Subowo mengatakan, cabang olahraga bridge sudah resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Cabang ini merupakan pengganti dari paralayang yang gagal lolos masuk.

Bahkan, pihak KOI juga sudah menetapkan lokasi pertndingan bagi cabang olahraga kartu itu yaitu Palembang. Selain bridge, cabang olahraga cricket, menembak, rowing, kano, perahu naga dan voli pantai juga dipertandingkan di kompleks Jakabaring Sport City itu. “Ada 11 cabang yang akan dipertandingkan disana (Palembang). Kemungkinan sudah tidak ada perubahan lagi. Sisannya akan digelar di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.

Perjuangan PB GABSI Menuju Asian Games 2018:
14 September 2014
Ekawahyu Kasih Terpilih Menjadi Ketua Umum PB GABSI periode 2014-2018

9 Oktober 2014
PB GABSI secara resmi dilantik oleh KONI Pusat

4 November 2014
PB GABSI bertemu KOI membahas kemungkinan bridge dipertandingkan di AG 2018.

15 Januari 2015
PB GABSI mengirimkan surat kepada KOI dan Satlak Prima perihal permohonan bridge dipertandingkan di AG 2018.

27 Januari 2015
KONI Pusat mengirimkan surat kepada KOI perihal dukungan kepada bridge untuk dipertandingkan di AG 2018.

2 February 2015
KOI membalas surat PB GABSI yang menyatakan belum bisa memastikan keikutsertaan bridge di AG 2018.

27 April 2015
Presiden WBF Mr. Gianarrigo Rona bertemu Presiden OCA H.E. Sheikh Al Fafad Al Jaber Al Sabah meminta dukungan bridge dipertandingkan di AG 2018.

14 Juni 2015
Bridge secara resmi diputuskan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di AG 2018.

[Majalah Bridge Indonesia]